Sidak di Kelurahan Waena, Wawali Rustan Dorong Penguatan Pelayanan dan Kedisiplinan Aparatur
PERISTIWAPAPUA
9/17/2026


Caption foto : Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat kunjungan di Kelurahan Waena, Rabu, (16/9).
Jayapura — Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kelurahan Waena, Kota Jayapura, sekaligus bertemu dengan para Ketua RT dan RW untuk membahas sejumlah persoalan pelayanan masyarakat, kebersihan lingkungan, kedisiplinan aparatur, hingga penyaluran bantuan pangan. Rabu (16/9).
Dalam sidak tersebut, Rustan menekankan pentingnya jajaran kelurahan bersama RT dan RW aktif menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta para lurah menggerakkan jajarannya untuk melaksanakan kerja bakti secara rutin, termasuk membersihkan lingkungan kantor, minimal setiap Jumat.
“Yang pertama kebersihan. Kami minta Pak Lurah aktif menggerakkan anggotanya agar setiap saat bisa kerja bakti, paling tidak setiap hari Jumat bersih-bersih di kantor. Kami juga mengajak seluruh RT dan RW ikut membantu melakukan kerja bakti bersama masyarakat,” ujar Rustan.
Selain kebersihan, kedisiplinan pegawai menjadi perhatian dalam sidak tersebut. Rustan mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar menaati ketentuan kedinasan, termasuk penggunaan atribut dan pakaian sesuai hari kerja.
“Pegawai sudah tahu bahwa atribut harus lengkap dan sesuai dengan hari kerja. Ini wajib karena sudah berjanji sebagai aparatur sipil negara. Harus disiplin dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Rustan juga meminta aparatur di Kelurahan Waena memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia menegaskan pelayanan publik harus dilakukan dengan ramah, tidak mempersulit warga, serta bebas dari pungutan liar (pungli).
“Kita minta pelayanan terbaik kepada masyarakat. Layani dengan penuh kebaikan dan senyuman, jangan menimbulkan masalah, jangan mempersulit masyarakat, jangan ada pungli. Tugas kita adalah melayani,” katanya.
Dalam pertemuan bersama RT dan RW, Rustan turut menyoroti pendistribusian bantuan pangan. Ia meminta bantuan diberikan sesuai data penerima dan jumlah jiwa yang tercantum dalam daftar.
Menurutnya, apabila terdapat penerima yang sudah pindah, tidak ditemukan alamatnya, atau telah meninggal dunia, maka bantuan tersebut harus diamankan sebagai cadangan untuk diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Rustan juga mengingatkan agar warga yang sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap tidak lagi menerima bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Ia mengatakan, data penerima bantuan perlu terus diperbaiki karena sistem penyaluran saat ini menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan aplikasi. Menurut Rustan, terdapat kemungkinan data warga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga warga yang seharusnya menerima bantuan justru belum terdata.
“Kalau ada warga yang tidak mampu tetapi namanya tidak ada dalam daftar, RT harus melapor ke kelurahan agar cadangan tadi bisa diberikan kepada mereka secara merata,” ujarnya.
Rustan juga meminta operator kelurahan melakukan perbaikan data terhadap warga yang belum terdaftar akibat kesalahan sistem hingga September.
Dalam kesempatan tersebut, Rustan menegaskan bahwa kewajiban membayar retribusi sampah ditujukan kepada masyarakat yang mampu. Sementara warga yang benar-benar tidak mampu dapat diberikan kebijakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rustan juga meminta lurah bersama RT dan RW membentuk atau mengaktifkan Poskamling di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi warga turut disampaikan, di antaranya terkait rumah bantuan yang terbakar pada 2021 namun hingga kini belum tersentuh bantuan, pengerukan drainase atau Kali Gelanggang di kawasan Expo Waena yang mengalami sedimentasi, serta persoalan drainase di Perumnas I yang berdampak pada banjir di sekitar sekolah.
Rustan mengatakan seluruh aspirasi tersebut akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mendapatkan tindak lanjut.
“Ini menjadi aspirasi yang perlu kami koordinasikan dengan OPD terkait untuk kita beri tindak lanjut,” katanya.
Rustan Saru, M.M., menambahkan bahwa sidak dilakukan secara menyeluruh di berbagai unit pelayanan dan instansi di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.
Menurut Rustan, pada hari sebelumnya telah mengunjungi dua kelurahan. Namun, sidak tidak hanya menyasar kelurahan dan distrik, melainkan juga sekolah, organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, hingga sejumlah perusahaan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Ia berharap kehadirannya di lapangan dapat mendorong aparatur kelurahan dan RT/RW bekerja lebih aktif serta memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Pesannya kepada ASN kelurahan kita, bekerja dengan baik, ikuti aturan, layani masyarakat dengan hati, jangan menimbulkan konflik, jaga persatuan, berikan yang terbaik untuk masyarakat, jangan pernah mempersulit warga, dan jangan pernah meminta uang dari warga,” pungkasnya.
Sementara itu, Lurah Waena, Arius Antara, S.IP., mengapresiasi pelaksanaan sidak tersebut. Menurutnya, kunjungan pimpinan menjadi momentum bagi jajaran kelurahan untuk mengevaluasi kedisiplinan aparatur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Warga datang hari ini untuk dilayani, ya harus dilayani hari ini. Jangan bilang tunggu besok atau lusa,” tegasnya.
Kelurahan Waena memiliki 54 RT dan 14 RW. Koordinasi dengan RT dan RW dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Ia berharap sidak tersebut mendorong jajaran Kelurahan Waena semakin disiplin dan responsif. (Redaksi)
